Langsung ke konten utama

Postingan

Aku Tidak Tahu

Aku tidak tahu bagaimana rasanya menjadi wanita yang menunggu dari pagi hingga malam sekedar untuk melihat anak gadisnya pulang. Aku tidak tahu bagaimana rasanya punya anak gadis yang pukul sembilan malam belum di rumah. Aku tidak tahu bagaimana cemasnya samapi harus menelpon berkali-kali. Dan menjadi menyebalkan (jika tak mau dibilang mengganggu).

Transitif

“Sayangnya, belum ada objeknya,” kata Gieta saat kami berjalan menuju tempat parkir. Kami sedang berbicara soal cinta. Akhir-akhir ini, cinta menjadi topik paling hangat. Entah, hanya dalam dunia saya atau dunia kita semua. Remaja yang sudah menuju dewasa. Bukan hanya di dunia maya, di dunia nyata pun cinta merupakan obrolan hangat di kantin tiap makan siang. Galau. Gieta sedang galau karena tidak ada yang digalaukannya. Jomblo begitu bahasa gaulnya. Cintanya tidak punya objek. Padahal cinta perlu objek karena ia merupakan kata kerja transitif. Aku cinta kamu. Kamu siapa? Seorang laki-laki baik hati? Seorang perempuan seksi? Tuhan? Muhammad? Atau siapa? Nah, menemukan nama pengganti “kamu” inilah yang sulit. Yang membuat linimasa twitter ramai. Yang membuat orang seperti Arief Muhammad (@poconggg) dan Raditya Dika laku, penggalauan massal kata mereka, amat digemari. Jika kemudian kita memilih pengganti “kamu” adalah jodoh. Maka ia bukan sekedar pelengkap kalimat kita ...

Kendaraan Padat, Parkir Illegal Marak

“Kendaraan di Jogja sangat banyak sehingga sulit mencari tempat parkir,” keluh Sri Mulyani, mahasisiwa Manajemen Kebijakan Publik   2010, UGM. Ia menyatakan kebutuhan parkir memang penting. Untuk memenuhi kebutuhan ini pemerintah menggunakan dua cara   pengelolaan, Tempat Parkir Khusus (TKP) dan Tepi Jalan Umum (TJU). TKP misalnya tempat parkir di rumah sakit. Sementara, TJU tempat parkir di bahu jalan. Meskipun begitu, masih terdapat tempat parkir juga juru parkir ilegal.   Legalitas ini dinilai dari keberadaan surat izin dari pemerintah. Akan tetapi,   keberadaan parkir illegal ini dapat dipandang dari dua sisi, sebagai potensi parkir baru atau pelanggaran.   Dikategorikan sebagai potensi parkir baru jika memenuhi standar, misalnya tidak berada terlalu dekat dengan persimpangan. “Sayangnya, parkir illegal lebih sering ditemukan sebagai pelanggaran ,” keluh Tri. [Linggar Arum Sarasati] *terbit dalam Majalah Balairung edisi 45, Temuan BPK di UGM: Kejuju...

Menguak Kehidupan Antropolog

Siang itu (6/12) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) tampak ramai. Di deretan bangku berwarna coklat mahasiswa terlihat mengunjungi pameran buku.  Melangkahkan kaki lebih jauh, di plasa R.M. Margono Djojohadikusumo terlihat berjajar beberapa papan beralas kain hitam. Foto-foto dan lima buah lukisan krayon terpajang melingkar di selasar tersebut. Suasana tenang menemani pengunjung menikmati pameran foto yang digelar sebagai salah saturangkaian acara Dies Natalis Antropologi. Pameran foto yang berlangsung dari tanggal 5 hingga 10 Desember diadakan oleh mahasiswa Antropologi dengan mengangkat tema “Di Balik Layar sang Antropolog”.

Minim Pengawasan, Buku Lama Terabaikan

Jumat (24/8) lalu, tulisan Tia Pamungkas di grup facebook Kunci Cultural Studies   dibanjiri komentar.  Dosen Sosiologi UGM itu mengutip artikel di  blog  Tarli Nugroho soal penemuan beberapa buku tua di rumah karyawan peleburan kertas.  Di antaranya terdapat dua buku berstempel Perpustakaan UGM, yakni  Het Adatrecht van Nederlandsch-Indie  karya Van Vollenhoven mengenai hukum adat dan disertasi Masri Singarimbun tentang Batak Karo. Melihat fakta tersebut, muncul pertanyaan besar, mengapa Perpustakaan UGM menyingkirkan koleksi buku-buku lama?

TPF Buka Suara Kasus Joki

Proses penyelidikan kasus perjokian di Fakultas Kedokteran (FK) UGM hingga kini masih berlangsung. Kasus ini terjadi pada hari pertama ujian masuk S-1 Internasional FK UGM, Jumat (13/7). Polres Sleman yang menangani kasus ini telah menetapkan satu tersangka yaitu IS dan 52 peserta ujian yang diketahui menggunakan jasa joki. Hingga kini, Polres Sleman terus melakukan pengembangan kasus untuk mengungkap keterlibatan IS. Sementara, Tim Pencari Fakta (TPF) yang dibentuk oleh UGM telah berhasil mengungkap sejumlah fakta terkait dengan masalah ini.

Sambut Pilrek, BEM se-UGM Tuntut Keterbukaan

Agenda besar Pemilihan Rektor (Pilrek) UGM 2012 akan segera digelar. Pemilihan rektor direncanakan sekitar akhir April 2012. Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa UGM (BEM KM UGM) berupaya agar pelaksanaan Pilrek periode 2012-2017 berjalan terbuka, “Kami ingin mahasiswa tahu mekanisme pemilihan rektor. Jangan sampai tiba-tiba saja terpilih rektor yang baru,” ungkap Giovanni Van Empel, Presiden Mahasiswa UGM.